Wednesday, September 24, 2014

Critical Thinking

Selamat datang kembali para Tim Dosen blok 2 Filsafat dan teman-teman blogger pada blog sederhana saya ini. Kali ini, saya akan memposting materi tentang Critical Thinking. Berikut postingan saya.


Critical Thinking

A.    Definisi
Critical Thinking memiliki dua definisi menurut tokohnya, yaitu:
a.    Critical Thinking adalah merasionalkan kehidupan manusia dan secara hati -hati mengamati / memeriksa proses berfikir sebagai dasar untuk mengklarifikasi dan memperbaiki pemahaman kita terhadap sesuatu. (Chaffee,1990)
b.    Critical Thinking merupakan pemeriksaan / pengamatan atas sesuatu asumsi tentang bukti terbaru dan menginterpretasikan dan mengevaluasikan argumen dalam rangka menegakkan kesimpulan atas seuatu perspektif baru (Strader, 1992)

B.    Karakteristik
Critical thinking memiliki 6 karakteristik yang mendasar, yaitu:
1.    Rasional, Reasonable, dan Reflektif (berdasarkan bukti yang ada)
2.    Melibatkan Skepticism yang sehat dan Konstruktif (menolak ide-ide, kecuali karna mengerti)
3.    Otonomi (tidak mudah dimanipulasi)
4.    Kreatif (menciptakan ide -ide orisinil dengan cara menghubungkan pemikiran-pemikiran dan konsep)
5.    Adil (tidak memihak)
6.    Dapat dipercaya dan dilakukan

C.   Model
Critical thinking memiliki 5 model berfikir kritis, yaitu:
1.    Total Recall, kemampuan untuk mengakses pengetahuan dimana pengetahuan merupakan sesuatu yang di pelajari dan disimpan dalam pikiran
2.    Habits (kebiasaan), pendekatan berfikir yang di ulang - ulang dengan sering
3.    Inquiry (pencarian informasi), memeriksa isu - isu secara mendalam dengan menanyakan hal -hal yang terlihat nyata
4.    New Ideas and Creativity (ide-ide baru)
5.    Knowing How You Think (mengetahui apa yang anda pikirkan)


References:
Power Point KBK Filsafat materi Critical Thinking


Demikian materi yang dapat saya ceritakan tentang Critical Thinking pada blog sederhana saya ini. Maaf sebelumnya bila ada kesalahan kata dan arti dalam rangkuman materi saya. Semoga Tim Dosen Filsafat berkenan untuk kembali mengunjungi blog sederhana saya dan menilai bagaimana isi dan perkembangan blog saya ini.

Subjektivisme dan Objektivisme

Selamat datang kembali para Tim Dosen blok 2 Filsafat dan teman-teman blogger pada blog sederhana saya ini. Kali ini, saya akan memposting materi tentang Subjektivisme dan Objektivisme. Berikut postingan saya.


Subjektivisme

A.    Definisi
Subjektivisme merupakan seperangkat keyakinan khusus yang dianut oleh para individu.

B.    Tokoh(pendukung) pandangan
Subjektivisme memiliki beberapa tokoh/pendukung pandangan keyakinan ini, yaitu:
1.    Aristoteles
2.    Plato
3.    Rene Descartes
4.    Kaum Solipsisme (Solo ipse)
5.    Kaum Realisme Epistemologi
6.    Kaum Idealisme

C.   Ciri-ciri pendekatan
Subyektivisme memiliki ciri-ciri pendekatan, seperti:
·         Semacam kepercayaan
·         Pengalaman subjektif
·         Prinsip subyektif karena pengalaman bersifat personal

Descrates mengemukakan ”Cogito ergo sum cogitans” yang berarti ”Saya berfikir, maka saya ada”. Pernyataan ini merupakan faktor pengada yang berfikir;
·         Realisme Epistemologi, kesadaran menghubungkan saya dengan ”apa yang lain” dari diri saya.
·         Idealisme Epistemologi, setiap tindakan mengetahui berakhir di dalam suatu ide, yang merupakan suatu peristiwa subyek murni.
Descrates menolak pemikiran skeptisisme, karna skeptisisme mempunyai arti bahwa kita tidak pernah tahu tentang apapun.



Objektivisme

A.    Definisi
Objektivisme merupakan pengetahuan yang diperlukan sebagai sesuatu yang berada diluar ketimbang di dalam pikiran manusia.

B.    Tokoh(pendukung) pandangan
Objektivisme memiliki beberapa tokoh/pendukung pandangan, yaitu:
1.    Popper
2.    Latatos
3.    Marx

C.   Pandangan Dasar
Objektivisme memiliki beberapa pandangan dasar, yaitu:
1.    Kebenaran itu independen (dapat berdiri sendiri) .
2.    Kebenaran itu terbukti faktual.
3.    kebenaran itu didasari dari pengalaman inderawi.

D.   Syarat Objektivisme:
1.    Harus sesuai dengan jenis Inderawi kita.
2.    Organ indera harus normal dan sehat
3.    Obyek perantaranya medium

E.    Macam Objektivisme
Objektivisme dibagi menjadi dua macam, yaitu:
1.    Khusus, data yang ditangkap hanya boleh satu indera (bau, suara).
2.    Umum, data ditangkap boleh lebih dari satu indera (meraba suatu objek).


References:
Power Point KBK Filsafat materi Subjektivisme dan Objektivisme


Demikian materi yang dapat saya ceritakan tentang Subjektivisme dan Objektivisme pada blog sederhana saya ini. Maaf sebelumnya bila ada kesalahan kata dan arti dalam rangkuman materi saya. Semoga Tim Dosen Filsafat berkenan untuk kembali mengunjungi blog sederhana saya dan menilai bagaimana isi dan perkembangan blog saya ini.

Tuesday, September 23, 2014

Konfirmasi

Selamat datang kembali para Tim Dosen Filsafat blok 2 ke blog saya yang sederhana ini. Pada post-an kali  ini, saya akan menceritakan kembali materi yang saya dapat tentang Konfirmasi. Maka dengan ini, saya akan mulai menceritakannya.



Konfirmasi

A.    Definisi
Etimologi "Confirmation(Inggris) yaitu penegasan atau memperkuat. Dan Memiliki fungsi ilmu pengetahuan adalah menjelaskan, menegaskan, memperkuat apa yang didapat dari kenyataan / fakta.

B.    Aspek-aspek Konfirmasi
Konfirmasi memiliki 2 aspek, yaitu:
1.    Konfirmasi Kuantitatif, untuk memastikan kebenaran dan mengemukakan konfirmasi aspek kuantitatif.
2.    Konfirmasi Kualitatif, ilmu pengetahuan membutuhkan konfirmasi kualitatif untuk menunjukan kebenaran (depth interview).

C.   Teori Konfrmasi
Konfirmasi memiliki 3 teori yang mendasari, yaitu:
1.    Decision, kepastian berdasarkan keputusan.
2.    Estimation, menetapkann kepastian dengan memberikan peluang benar atau salahnya melalui konsep probabilitas (Statistik).
3.    Reliability, menetapkan kepastian dengan mencermati stabilitas fakta atau evidensi (fakta - fakta) yang berubah - ubah terhadap hipotesis.

D.   Inferensi
Kata Inferensi yang berarti penyimpulan, sebagai proses pembuatan kesimpulan (Conclusion), bisa juga di artikan sebagai suatu proses penarikan kesimpulan dari satu atau lebih proposisi (keputusan).

penyimpulan : bisa berupa "Mengakui" atau  "Mengmungkiri" suatu kesatuan antara dua pernyataan.

E.    Jenis Inferensi
1.    Langsung,  penarikan kesimpulan (konklusi) yang hanya dari sebuah premis (pernyataan).
2.    Tidak Langsung,  penarikan kesimpulan (konklusi) dengan menggunakan dua premis.

Proposisi yang menjadi premis dalam suatu silogisme disebut Antesendenas, sedangkan proposisi yang menjadi konklusi disebut Konsekuens.

F.    Hukum Inferensi
1.    Premis benar, maka kesimpulan benar.
2.    Premis salah, maka kesimpulan salah / kebetulan benar.
3.    Kesimpulan salah, maka premis juga salah.
4.    Kesimpulan benar, maka premis dapat benar, bisa juga salah.

G.   Konstruksi Teori
Teori : Model atau kerangka pikiran yang menjelaskan fenomena alami dan sosial tertentu. Teori juga dirumuskan, dikembangkan, di evaluasi menurut metode ilmiah.

a.    Dua Kutub Arti Teori
1.    Kutub 1, teori sebagai hukum eksperimental.
2. Kutub 2, teori sebagai hukum yang berkualitas normal, seperti teori relavitasnya Einsteins.

b.    Pengelompokan perkembangan ilmu pengetahuan dibagi 3 periode, yaitu:
1.    Animisme, sistem kepercayaan kepada mitos.
2.    Ilmu empiris, tolak ukur ilmu yang paling sederhana melalui pengalaman.
3.    Ilmu teoristis, hejala yang ditemukan dalam ilmu empiris diterangkan dengan kerangka pemikiran.

c.    Model Konstruksi Teori dibagi 3,yaitu:
1.    Korespondensi, kebenaran sesuatu di buktikan dengan menemukan relevansinya dengan yang lain.
2.    Koherensi, sesuatu di pandang benar bila sesuai dengan moral tertentu.
3. Paragmatis, konsep kebenaran di tatat menurut pola hubungan yang beragam, menyederhanakan yang kompleks.

d.    Aliran dalam Konstruksi Teori
1.    Reduksionisme, suatu pernyataan yang abstrak dan tidak dapat diamati secara empiris  dan tidak dapat diuji langsung.
2.    Instrumentalisme, instrumen bagi pernyataan observasi agar terarah dan terkonstruksi.
3.    Realisme, dianggap benar bila real (nyata), secara substantif ada, bukan fiktif.


References:
a. Power point Pembelajaran KBK Filsafat materi Konfirmasi


Demikian materi yang dapat saya ceritakan tentang Konfirmasi pada blog sederhana saya ini. Maaf sebelumnya bila ada kesalahan kata dan arti dalam rangkuman materi saya. Semoga Tim Dosen Filsafat berkenan untuk kembali mengunjungi blog sederhana saya dan menilai bagaimana isi dan perkembangan blog saya ini.

Penalaran Deduktif dan Induktif

Selamat datang kembali para Tim Dosen Filsafat blok 2 ke blog saya yang sederhana ini. Pada post-an kali  ini, saya akan menceritakan kembali materi yang saya dapat tentang Penalaran Deduktif dan Induktif. Maka dengan ini, saya akan mulai menceritakannya.


Penalaran Deduktif dan Induktif

A.    Definisi
Penalaran Deduktif selalu mengungkapkan dalam bentuk silogisme. Argumentasi deduktif dinilai lebih berdasar atas sahih (valid) atau tak sahih (invalid).
Penalaran Induktif, cara kerja ilmu pengetahuan yang bertolak dari sejumlah proposisi tunggal atau partikular tertentu untuk menarik kesimpulan yang umum tertentu.

B.    Premis dianggap "benar" apabila sesuai dengan realitas.
Contoh 1 : Anjing adalah hewan mamalia
(ini benar karena sesuai dengan realita bahwa Anjing adalah hewan menyusui)
Contoh 2 : buaya adalah hewan mamalia
(ini adalah salah karena buaya itu bertelur )

C.   Macam - macam premis
a.         Premis Mayor
b.         Premis Minor

Silogisme adalah suatu bentuk argumentasi yang bertitik tolak pada premis - premis dan dari premis -premis itu di tarik suatu kesimpulan. 

a.    Ciri silogisme 
1.    Semua pernyataannya (proposisi) adalah proposisi kategoris.
2.    Terdiri dari dua premis dan sebuah kesimpulan.
3.    dua premis dan satu kesimpulan
b.    Ciri penalaran induksi
1.    Premis - premis dalam penalaran induksi merupakan proposisi yang berhubungan dengan observasi indera.
2.    Kesimpulan dalam penalaran induksi lebih luas daripada apa uang dinyatakan di dalam premis - premisnya.
3.    Dapat dikatakan bahwakesimpulan induksi memiliki kredbilitas rasional (Probilitas).

c.    Generalisasi Induktif
1.    Proses induksi dapat di bedakan menjadi generalisasi induks,analogi induktif dan hubungan sebab akibat
2.    Proses penalaran berdasarkan pengamatan atas sejumlah gejala / sifat - sifat tertentu untuk menarik sejumlah kesimpulan
3.    Bentuk penalaran yang bertitik tolak dari hal -hal yang berifat khusus atau premis ditarik kesimpulan yang bersifat umum.

D.   Syarat generalisasi
1.    tidak terbatas secara numerik.
2.    tidak terbatas secara "spasio- temporal"
3.    harus dapat dijadikan dasar pengabdaian.

E.    Analogi Induktif
Dalam  melakukan perbandingan ada dua hal yang perlu diperhatikan yaitu: Persamaan dan Perbedaan.

Analogi adalah persamaan diantara dua hal yang berbeda.
Analogi dalam penalaran adalah analogi induktif artinya suatu proses penalaran untuk menarik kesimpulan tentang kebenaran suatu gejala khusus berdasarkan kebenaran gejala khusus lainnya yang memiliki sidat - sifat esensial yang sama.
Probabilitas adalah keadaan pengetahuan antara kepastian dan kemungkinan.

F.    Adapun faktor -faktor yang menyebabkan kesesatan dalam penalaran induktif, yaitu :
1.    Faktor tergesa -gesa.
2.    Faktor ceroboh
3.    Faktor prasangka.

G.   Kesimpulan dalam generalisasi itu hanya suatu harapan, kepercayaan, karena konklusi penalaran induktif tidak mengandung nilai kebenaran yang pasti, akan tetapi hanya berupa suatu probabilitas atau peluang.


References:
a. Power point Pembelajaran KBK Filsafat materi Penalaran Deduktif dan Induktif


Demikian materi yang dapat saya ceritakan tentang Penalaran Deduktif dan Induktif pada blog sederhana saya ini. Maaf sebelumnya bila ada kesalahan kata dan arti dalam rangkuman materi saya. Semoga Tim Dosen Filsafat berkenan untuk kembali mengunjungi blog sederhana saya dan menilai bagaimana isi dan perkembangan blog saya ini.

Epistemologi

Selamat datang kembali para Tim Dosen Filsafat blok 2 ke blog saya yang sederhana ini. Pada post-an kali  ini, saya akan menceritakan kembali materi yang saya dapat tentang Epistemologi. Maka dengan ini, saya akan mulai menceritakannya.

Epistemologi

A.      Definisi
Epistemologi merupakam cabang filsafat yang berkaitan dengan asal, sifat, karakter dan jenis pengetahuan. Epistemologi berasal dari bahasa Yunani "episteme" yang berarti pengetahuan dan "logos" yang berarti kata/pembicaraan/ilmu.

B.      Metode-metode untuk memperoleh pengetahuan
Epistemologi mempunyai metode-metode untuk memperoleh pengetahuan. Metode itu lalu dibagi menjadi 3 metode, yaitu:
a.       Empirisme
Empirisme adalah suatu cara/metode dalam filsafat yang mendasarkan cara memperoleh pengetahuan dengan melalui pengalaman.
b.      Rasionalisme
Rasionalisme berpendirian bahwa sumber pengetahuan terletak pada akal.
c.       Fungsionalisme
Bapak Fenomenalisme adalah Immanuel Kant. Kant membuat uraian tentang pengalaman. Barang sesuatu sebagaimana terdapat dalam dirinya sendiri merangsang alat inderawi kita dan diterima oleh akal kita dalam bentuk-bentuk pengalaman dan disusun secara sistematis dengan jalan penalaran.

C.      Sifat epistemologi
Epistemologi mempunyai beberapa sifat seperti berikut:
·         Secara kritis mempertanyakan/menguji cara kerja, pendekatan, kesimpulan yg ditarik dalam kegiatan kognitif manusia
·         Secara normatif menentukan tolok ukur/norma penalaran tt kebenaran pengetahuan
·         Secara evaluatif menilai apakah suatu keyakinan,pendapat suatu teori pength dapat dipertanggungjawabkan dan dijamin kebenarannya secara logis dan akurat

D.      Dasar dan sumber Pengetahuan
Untuk mempelajari epistemologi, kita tentu harus mengetahui dasar dan sumber pengetahuannya terlebih dahulu. Oleh karena itu, berikut dasar dan sumber pengetahuan epistemologi:
1.       Pengalaman manusia
2.       Ingatan (memory)
3.       Penegasan tt apa yang diobservasi (kesaksian)
4.       Minat dan rasa ingin tahu
5.       Pikiran dan penalaran
6.       Logika berpikir tepat dan logis
7.       Bahasa ekspresi pemikiran manusia melalui ujaran / tulisan
8.       Kebutuhan hidup manusia mendorong terciptanya iptek

E.       Struktur ilmu pengetahuan
Epistemologi mempunyai struktur ilmu pengetahuan yang dibagi menjadi 2 kutub, yaitu:
a.       Kesadaran / subjek ( S ) berperan sebagai yg menyadari / mengetahui
b.      Objek (O) berperan sebagai yg disadari / diketahui
c.       Hubungan antara  S dan O menghasilkan pengetahuan

F.       Teori kebenaran dalam ilmu pengetahuan
Epistemologi mempunyai teori-teori dalam ilmu pengetahuan, seperti berikut:
1.       Teori kebenaran korespondesi
·         Kebenaran akan terjadi apabila subjek  yakin bahwa objek sesuai dengan kenyataannya
·         Sifat kebenaran korespondensi: subyektif
Contoh: Saya melihat mobil berwarna hijau dan kenyataannya mobil itu memang berwarna hijau
2.       Teori kebenaran koherensi
·         Kebenaran akan terjadi apabila ada kesesuaian pendapat dari beberapa subjek terhadap objek
·         Sifat kebenaran koherensi: objektif
Contoh: Beberapa dokter merasa yakin dan benar bahwa penyakit pasien itu disebabkan  keracunan makanan
3.       Teori kebenaran pragmatik
·         Kebenaran akan terjadi apabila sesuatu memiliki kegunaannya
Contoh: AC berguna untuk mendinginkan suhu ruangan
4.       Teori kebenaran konsensus
·         Kebenaran konsensus akan terjadi apabila ada kesepakatan yang disertai  alasan tertentu
Contoh: Beberapa dokter yang menangani Bapak Gubernur sepakat bahwa ia (pasien) harus dioperasi secepatnya karena penyakit usus buntunya sudah parah.
5.       Teori kebenaran semantik
·         Kebenaran semantik akan terjadi apabila orang mengetahui dengan tepat tentang arti suatu kata
Contoh: Saya dapat memahami dengan benar dan tepat tulisan di Jurnal Wacana mengenai hubungan masyarakat dengan lingkungan sosial budaya

G.     Kesimpulan
Jadi, sifat Epistemologi adalah kritis,normatif dan evaluatif dapat melekat pada proses kegiatan kognitif ilmuwan, tolok ukur kebenaran yang dipertanggungjawab-kan secara logis pada IP & kegiatan ilmiah.



References:
a. Power point Pembelajaran KBK Filsafat materi Epistemologi

Demikian materi yang dapat saya ceritakan tentang Epistemologi pada blog sederhana saya ini. Maaf sebelumnya bila ada kesalahan kata dan arti dalam rangkuman materi saya. Semoga Tim Dosen Filsafat berkenan untuk kembali mengunjungi blog sederhana saya dan menilai bagaimana isi dan perkembangan blog saya ini.